Cara Mengatasi Batuk pada Bayi

0 Shares

Ketika bayi batuk, tidak disarankan untuk langsung memberikannya obat batuk karena berisiko menyebabkan efek samping. Selain dengan obat-obatan, ada banyak cara mengatasi batuk pada bayi yang mudah dilakukan dan lebih aman. Batuk merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan kotoran, virus, serta kuman, dari saluran pernapasan. Oleh karena itu, batuk yang dialami bayi sebenarnya bukanlah kondisi yang berbahaya.

Tetapi, ketika bayi batuk, ia akan menjadi lebih rewel dan sulit beristirahat. Hal ini membuat banyak orang tua merasa khawatir dan ingin segera meredakan batuk yang dirasakan oleh buah hatinya.

Gejala dan Jenis Batuk pada Bayi

  • Batuk kering

Jenis batuk yang tidak mengeluarkan dahak dan bisa menjadi pertanda bayi menderita pilek, flu, ISPA, alergi, batuk rejan, atau croup.

  • Batuk berdahak

Batuk yang disertai mengi dan sesak napas dapat menjadi tandi bahwa ia sedang menderita penyakit pada saluran pernapasan, seperti ISPA, asma, bronkitis, atau pneumonia.

Cara Mengatasi Batuk pada Bayi yang Aman

Batuk yang disebabkan infeksi virus sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat-obatan. Namun, batuk sering kali membuat bayi sulit tidur dan rewel.

  • Memberikan Air Susu Ibu (ASI)

ASI mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat memperkuat daya tahan tubuh bayi dalam melawan infeksi, membantu mengencerkan dahak dan melegakan tenggorokan. Oleh karena itu dianjurkan untuk memberikan lebih banyak ASI.

  • Meneteskan cairan saline

Cairan saline adalah obat tetes hidung yang terbuat dari larutan air garam steril dan berfungsi untuk mengeluarkan lendir di hidung dan tenggorokan bayi. Bisa mendapatkan ini di apotek.

  • Memberikan uap hangat

Uap hangat berfungsi untuk mengencerkan dahak dan membantu bayi bernapas lebih lega. Selain itu, bisa mengatasi batuk bayi dengan cara memandikannya dengan air hangat atau menggunakan alat pelembab udara atau humidifier.

 

  • Memberikan minuman hangat

Jika usia bayi sudah 6 bulan, bisa memberikannya air putih hangat. Namun, jangan memberikannya minuman hangat yang dicampur madu, karena madu dapat menyebabkan botulisme pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun.

  • Sup Ayam

Sup ayam sudah terbukti sebagai “obat tradisional” untuk menyembuhkan pilek. Dalam edisi Oktober 2000 jurnal medis Chest, dipaparkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para dokter di University of Nebraska Medical Center. Menurut riset tersebut, sifat-sifat kimia yang terkandung dalam sup ayam memang membantu meringankan gejala-gejala flu. Hal ini juga membantu meredakan batuk berdahak karena sekresi lendir jadi encer.

  • Minyak Kayu Putih

Ternyata menghirup uap minyak esensial eucalyptus dapat mempercepat mengatasi batuk. Gunakan metode seperti inhalasi uap dengan cara memasukkan dua atau tiga tetes minyak ke dalam mangkuk berisi air panas. Lalu, hirup uap dari air panas itu selama 10 hingga 15 menit. Namun hati-hati karena bisa saja menyebabkan reaksi alergi jika menyentuh kulit pada sebagian bayi.

  • Madu

William Sears, seorang dokter anak yang juga penulis, menjelaskan bahwa madu lebih efektif untuk mengencerka dahak ketimbang dekongestan yang dijual bebas.

Madu juga mengandung lebih banyak antioksidan.

Hal penting lainnya, hubungi dokter jika batuk berdarah atau batuk berlangsung lebih dari 10 hingga 14 hari, batuk disertai demam, terjadi penurunan berat badan atau bunyi mengi ketika anak menarik napas.

 

Penulis: Haifa Mufidah Rukmana, A.Md. Keb

Referensi

Adrian, dr Kevin. (05 Januari 2020). “Cara Mengatasi Batuk pada Bayi di Rumah”. Diperoleh 02 April 2020 dari: https://www.alodokter.com/mengatasi-batuk-pada-bayi-dan-balita-di-rumah

Ryani, Ade. (27 Juni 2019). “8 Obat Alami untuk Atasi Batuk Berdahak pada Anak”. Diperoleh 02 April 2020 dari: https://parenting.orami.co.id/magazine/8-obat-alami-untuk-atasi-batuk-berdahak-pada-anak/

0 Shares