Stres pada Ibu dapat Mempengaruhi Bayi

Saat ibu mengalami stres atau perasaan tertekan. Kondisi itu ternyata dapat ‘menular’ dan membuat bayi ikut merasakannya. Salah satunya karena stres dapat membuat produksi Air Susu Ibu (ASI) terhambat. Selain itu, peraasaan stres ibu juga bisa dirasakan bayi.

  • Pada 1.000 hari pertama kehidupan, otak bayi sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dan stres tentu dapat memengaruhi dan menghambat pertumbuhan.
  • Lakukanlah kegiatan menenangkan untuk membuat ASI lebih lancar. Normalnya, ibu dapat memproduksi ASI sebanyak 550-1000 ml setiap harinya. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi produksi ASI termasuk hormon prolaktin dan oksitosin.
  • Saat ibu mengalami stres, ASI akan tetap tersimpan dalam payudara dan tidak mengalir. Hal ini terjadi karena hormon oksitosin tersendat. Untuk itu ibu yang menyusui harus dalam keadaan rileks, tenang dan santai.
  • Untuk mengurangi tingkat stres saat tengah menyusui, ibu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti tidur, bertemu teman hingga berolahraga. Sejumlah kegiatan itu terbukti efektif untuk menurunkan tingkat stres dan membuat ibu lebih nyaman selama menyusui.

Stres Selama Hamil

Jika stres selama hamil tidak dikelola dengan baik, maka bisa berdampak bagi kesehatan ibu dan janin. Berikut dampak dari stres yang terjadi selama mengandung:

  • Otak Janin

Stres yang terlalu tinggi bisa berpengaruh terhadap perkembangan otak janin, apalagi jika stres cukup parah. Stres kronis sangat berkontribusi terhadap munculnya kelainan dalam pembentukan otak janin dan  memicu masalah perilaku pada kelanjutan pertumbuhan.

  • Berat Badan Bayi Rendah

Stres dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, akan bedampak pada tumbuh kembang janin. Bayi lahir dengan berat badan rendah karena penurunan aliran darah ke rahim, bahkan pada tingkat  yang lebih parah bisa menyebabkan cacat.

  • Kelahiran Prematur

Stres dapat mengalami masalah di seputar plasenta. Saat ibu stres terutama pada trimester pertama, plasenta mengalami peningkatan produksi hormon pelepas kortikotropin (CRH). Hormon ini bertugas untuk mengatur durasi, jika ibu stres, kadar hormon ini akan lebih tinggi dari yang seharusnya, sehingga menyebabkan kelahiran lebih cepat.

 

 

  • Kurang Oksigen

Pasokan oksigen bagi janin akan berkurang saat ibu stres dan terlalu banyak pikiran. Karena rasa cemas yang timbul saat ibu mengalami stres akan mendorong tubuh memproduksi hormon stres epinephrine dan norepinephrine. Hormon ini akan memengaruhi janin dan mengurangi suplai oksigen ke rahim.

Bentuk dukungan yang diberikan dapat dilakukan:

  • Tidak merokok
  • Memperhatikan asupan makanan
  • Mengingatkan untuk istirahat yang cukup
  • Mengajak berolahraga
  • Berempati pada periode mual muntah
  • Bijak menyikapi perilaku mengidam mendampingi saat konsultasi.
  • Ikut menstimulasi janin
  • Ikut kelas prenatal
  • Rajin memijat ibu

 

 

Penulis: Haifa Mufidah Rukmana, A.Md. Keb

Referensi:

Redaksi Halodoc. (29 November 2017). “Hati-hati Stres Ibu Bisa Pengaruhi Bayi”. Dipeoleh 03 April 2020 dari: https://www.halodoc.com/hati-hati-stres-ibu-bisa-pengaruhi-bayi

Wahyudi, Dani Tri. (15 Desember 2017). “Ini Risiko untuk Anak Akibat Ibu Stres Selama Hamil dan Menyusui”. Diperoleh 03 April 2020 dari: https://indopos.co.id/read/2017/12/15/119996/ini-risiko-untuk-anak-akibat-ibu-stres-selama-hamil-dan-menyusui/

 

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post